Tips

Tips Naik Motor di Tanjakan & Turunan Bali: Teknik Rem & Gas

Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 6 menit baca · Read in English

Ringkasan: Tips Naik Motor di Tanjakan & Turunan Bali: Teknik Rem & Gas — infografis SiapPergi
Ringkasan: Tips Naik Motor di Tanjakan & Turunan Bali: Teknik Rem & Gas — infografis SiapPergi · Infografis: © SiapPergi (siappergi.com) · lisensi

Bali bukan pulau datar. Jalan menuju Kintamani, Bedugul, Munduk, Lempuyang, Sidemen dan pantai-pantai di Bukit penuh tanjakan panjang dan turunan curam dengan tikungan tajam. Masalahnya, motor matic yang paling banyak disewa memiliki engine brake yang lemah, sehingga hampir semua beban pengereman jatuh ke rem. Artikel ini membahas teknik yang benar untuk menanjak dan menurun dengan motor matic, tanda bahaya yang harus Anda kenali, pilihan motor, dan titik-titik curam di Bali yang perlu diwaspadai.

Kenapa motor matic butuh teknik khusus

Motor matic memakai transmisi CVT dengan sabuk dan kopling sentrifugal. Saat gas ditutup, putaran mesin turun dan kopling hampir lepas, sehingga efek pengereman mesin jauh lebih kecil dibanding motor manual yang bisa dioper ke gigi rendah. Akibatnya, di turunan panjang rem bekerja terus dan cepat panas. Di tanjakan, CVT yang dibebani berat (dua orang plus barang) bisa selip dan berbau, terutama pada motor 110 cc.

Banyak motor sewaan modern sudah dilengkapi bantuan: BeAT, Scoopy dan Vario umumnya memakai CBS (rem kombinasi yang ikut mengerem roda depan saat tuas kiri ditarik), sedangkan NMAX dan PCX tersedia dalam varian ABS. Fitur ini membantu, tetapi tidak menggantikan teknik.

Teknik menanjak

  1. Lihat jauh ke depan dan nilai panjang tanjakan sebelum mulai naik.
  2. Ambil ancang-ancang di bagian datar sebelum tanjakan, dengan kecepatan sedang yang aman.
  3. Buka gas stabil, jangan buka-tutup. Gas yang naik-turun membuat CVT kehilangan tenaga.
  4. Berboncengan: minta pembonceng duduk rapat dan sedikit condong ke depan agar roda depan tidak terangkat dan motor tidak oleng.
  5. Jangan berhenti di tengah tanjakan kecuali terpaksa. Bila harus berhenti, pilih bagian yang paling landai.
  6. Start ulang di tanjakan: tahan rem belakang (tuas kiri), buka gas perlahan sampai motor terasa menarik, lalu lepaskan rem sambil terus menambah gas.
  7. Bila motor tidak kuat: jangan dipaksa sampai berbau hangus. Pembonceng turun dan berjalan beberapa puluh meter sampai bagian yang lebih landai.

Bau seperti karet terbakar saat menanjak biasanya berasal dari CVT atau kampas kopling yang terlalu panas. Menepi di tempat aman, matikan mesin 10 menit, lalu lanjutkan dengan beban lebih ringan.

Teknik menurun

  1. Kurangi kecepatan sebelum turunan dimulai, bukan di tengahnya.
  2. Tutup gas dan biarkan motor menggelinding dengan kecepatan rendah yang terkendali.
  3. Gunakan kedua rem: rem depan memberi daya henti terbesar, rem belakang menstabilkan. Pada motor CBS, tuas kiri sudah mengerem sebagian roda depan.
  4. Rem secara bergantian dan berselang (tekan, kendurkan, tekan) agar kampas dan cakram sempat mendingin. Menahan rem terus-menerus adalah penyebab utama rem kehilangan daya.
  5. Mengerem di jalan lurus, lalu masuk tikungan dengan kecepatan yang sudah rendah. Hindari mengerem keras saat motor miring.
  6. Jaga jarak minimal 3–4 detik dari kendaraan di depan; truk dan bus sering melambat mendadak di turunan.
  7. Jangan mematikan mesin atau melepas gas sepenuhnya untuk meluncur bebas. Mesin yang menyala membuat lampu tetap terang dan motor siap bila tiba-tiba perlu tenaga.

Tanda bahaya: rem kepanasan

TandaArtinyaYang harus dilakukan
Bau hangus dari rodaKampas rem sangat panasMenepi, istirahat 10–15 menit
Tuas rem terasa makin dalam/lembekMinyak rem mendidih atau kampas aus (rem depan dan rem cakram)Berhenti segera, biarkan dingin; bila tidak kembali normal, hubungi rental
Rem makin tidak pakem meski ditarik kuatRem kehilangan daya (brake fade)Turunkan kecepatan dengan kedua rem, cari tempat datar, jangan lanjutkan sebelum dingin
Bunyi mencicit keras atau logam bergesekanKampas habisJangan lanjutkan; minta penggantian motor

Jangan menyiram cakram atau tromol yang panas dengan air karena perubahan suhu mendadak bisa merusak komponen. Bila rem bermasalah di tengah perjalanan, ikuti langkah di ban bocor, mogok & kecelakaan motor sewaan.

Titik tanjakan dan turunan yang perlu diwaspadai

LokasiKarakter jalanSaran
Penelokan → Kedisan (turun ke Danau Batur, Kintamani)Turunan curam dan berkelok ke dasar kalderaTurun pelan; naik kembali butuh motor bertenaga
Jalur Kubutambahan–Penulisan (Singaraja ke Kintamani)Tanjakan panjang berkilo-kilometerMotor 150 cc untuk berboncengan
Bedugul–Gitgit–SingarajaTikungan rapat, sering berkabut dan basahLampu menyala, rem bergantian
Munduk–WanagiriJalan punggung bukit sempit dan berkelokWaspada kendaraan dari arah berlawanan
Jalan ke Pura Lempuyang dan SidemenTanjakan sangat curam di beberapa ruasHindari berboncengan dengan 110 cc
Akses pantai di Bukit (Melasti, Nyang Nyang, Padang Padang)Turunan curam ke tebing, kadang berpasirParkir di atas bila ragu; jangan mengerem keras di pasir
Nusa Penida (menuju Kelingking, Diamond Beach)Jalan sempit, curam, sebagian rusakMotor bertenaga dan pengalaman memadai

Dua jalur pegunungan yang paling sering dilalui wisatawan dijelaskan rinci di rute motor Ubud–Kintamani dan rute motor Bali Timur & Lempuyang.

Memilih motor untuk jalur pegunungan

MotorSendirian di tanjakanBerboncengan di tanjakan
BeAT / Scoopy 110 ccCukup untuk tanjakan sedangBerat di tanjakan panjang; hindari jalur sangat curam
Vario 125NyamanCukup untuk tanjakan sedang
NMAX 155 / PCX 160Sangat nyamanPilihan terbaik untuk Kintamani, Bedugul, Lempuyang
KLX 150 (manual)Sangat baik, engine brake kuatBaik, untuk pengendara yang terbiasa motor kopling

Untuk perbandingan lengkap, baca motor terbaik untuk keliling Bali, atau langsung lihat sewa NMAX Bali; Honda PCX 160 setara tenaganya dengan bagasi lebih besar. Untuk motor manual seperti KLX 150, turunan bisa dikendalikan dengan gigi 1–2 sehingga rem tidak cepat panas.

MotorPer hariPer mingguPer bulan
Honda BeAT (Gen 2–3)110cc · Paling murah, irit untuk keliling kotaRp70.000–Rp910.000
Honda Scoopy (Gen 2)110cc · Retro klasik, hematRp75.000Rp395.000Rp910.000
Honda Vario 110 FI110cc · Paling hemat untuk sewa bulananRp75.000Rp396.000Rp910.000
Honda BeAT (Gen 4–5)110cc · Irit & ringan, favorit keliling kotaRp80.000Rp425.000Rp1.210.000
Yamaha Gear 125125cc · Dek rata, praktis bawa barangRp80.000–Rp1.210.000
Honda Scoopy (Gen 4)110cc · Gaya retro, bagasi luasRp90.000Rp515.000Rp1.410.000
Yamaha Fazzio 125 Hybrid125cc · Hybrid, irit & stylishRp100.000Rp515.000Rp1.510.000
Honda Vario 125125cc · Ergonomis & bertenaga, kuat di tanjakanRp100.000Rp515.000Rp1.510.000
Honda Stylo 160160cc · Retro modern, mesin 160ccRp130.000–Rp1.810.000
Yamaha Grand Filano 125 Hybrid125cc · Elegan, jok empuk, nyaman berboncenganRp130.000–Rp1.910.000
Honda Vario 160160cc · Bertenaga untuk Ubud, Kintamani & UluwatuRp130.000–Rp1.910.000
Yamaha Lexi 155 (Gen 2)155cc · Bertenaga, nyaman berboncenganRp130.000–Rp1.910.000
Yamaha NMAX 155 (Gen 2)155cc · Bongsor & stabil untuk jarak jauhRp150.000Rp902.000Rp2.260.000
Honda PCX 160 (Gen 2)160cc · Premium, jok lega, tarikan responsifRp150.000Rp902.000Rp2.260.000
Yamaha NMAX Neo 155 (Gen 3)155cc · NMAX generasi terbaruRp180.000–Rp2.910.000
Honda ADV 160 ABS160cc · Skuter adventure, suspensi tinggi & ABSRp180.000–Rp3.010.000
Yamaha XSR 155155cc · Sport heritage bergaya klasikRp180.000–Rp3.010.000
Vespa Primavera 150150cc · Ikonik, lampu bulat, banyak warnaRp180.000Rp1.021.000Rp3.010.000
Vespa Sprint 150150cc · Vespa sporty, kuat di tanjakanRp180.000Rp1.021.000Rp3.010.000
Yamaha XMAX 250 (Gen 2)250cc · Maxi-scooter favorit wisatawan untuk touringRp310.000Rp1.570.000Rp4.010.000
Honda CRF250 Rally250cc · Adventure trail untuk medan beratRp410.000–Rp5.510.000
Harley-Davidson Street 500500cc · Moge untuk pengendara berpengalamanRp860.000––

Harga katalog SiapPergi, diantar di Bali — bayar saat motor diterima. Termasuk 2 helm. Lihat katalog lengkap

Persiapan sebelum masuk jalur pegunungan

  • Cek rem saat serah terima: tuas tidak boleh menyentuh setang saat ditarik penuh. Caranya ada di cek motor sewaan saat serah terima.
  • Cek ban: alur masih jelas dan tekanan sesuai stiker di motor. Ban gundul berbahaya di turunan basah.
  • Isi bensin penuh: menanjak membuat konsumsi bensin naik dan SPBU di pegunungan lebih jarang.
  • Kurangi beban: ransel di punggung pembonceng atau di dek kaki, bukan tergantung di setang.
  • Hindari jalan basah sore hari di pegunungan; kabut dan lumut membuat jarak pengereman jauh lebih panjang.

Kesimpulan

Tanjakan dan turunan Bali aman dilalui dengan motor matic bila Anda menjaga gas tetap stabil saat naik, mengurangi kecepatan sebelum turun, mengerem bergantian, dan memilih motor sesuai beban. Bila berboncengan ke pegunungan, tambahan biaya untuk motor 150 cc sepadan dengan rasa aman. Bandingkan perkiraan harga sewa motor di Bali per model dan pilih yang sesuai rute Anda.

Siap sewa motor atau mobil?

Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.

Semua area & model motor

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah motor matic 110 cc kuat menanjak ke Kintamani?

Kuat bila sendirian dan beban ringan, meskipun pelan di tanjakan panjang. Bila berboncengan, pilih Vario 125 atau lebih baik NMAX/PCX.

Bagaimana cara mengerem yang benar di turunan curam dengan motor matic?

Kurangi kecepatan sebelum turunan, tutup gas, lalu gunakan rem depan dan belakang bergantian secara berselang. Jangan menahan rem terus-menerus dan jangan mengerem keras di tikungan.

Apa tanda rem motor kepanasan?

Bau hangus, tuas rem terasa makin dalam atau lembek, dan rem kurang pakem. Segera menepi dan biarkan dingin 10–15 menit.

Bagaimana cara start motor matic di tanjakan?

Tahan rem belakang, buka gas perlahan sampai motor terasa menarik, lalu lepaskan rem sambil terus menambah gas.

Di mana tanjakan dan turunan paling curam di Bali?

Antara lain turunan Penelokan–Kedisan di Kintamani, jalan menuju Pura Lempuyang, Bedugul–Gitgit, akses pantai di Bukit seperti Melasti, dan jalan-jalan di Nusa Penida.

Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran, dan kesalahan dikoreksi. Menemukan informasi yang keliru? Laporkan koreksi.

Baca juga

Semua panduan