Sarung Kebaya Wajib ke Pura Bali? Ini Aturan dan Caranya
Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 2 menit baca
Sarung kebaya wajib ke pura Bali? Untuk sebagian besar pura di Bali, pengunjung memang diminta mengenakan sarung dan selendang (kamben atau selendang) sebagai tanda hormat, dan aturan ini berlaku bagi wanita maupun pria. Berikut penjelasan praktis agar kunjungan Anda lancar.
Apa Aturan Umumnya?
Di banyak pura di Bali, pengunjung diminta memakai sarung (kain panjang yang dililitkan dari pinggang hingga mata kaki) dan selendang atau sabuk. Kebaya sering dipakai oleh pengunjung perempuan sebagai pilihan busana adat, tetapi kebaya sendiri umumnya tidak diwajibkan selama bagian tubuh yang sopan tertutup. Aturan persisnya ditentukan oleh masing-masing pura dan pengurusnya, serta dapat berbeda untuk setiap upacara, sehingga sebaiknya tanyakan langsung di lokasi.
Catatan: Ketentuan pakaian dapat berubah sewaktu-waktu. Jika ragu, periksa informasi resmi dari pengelola pura atau pemerintah daerah setempat sebelum berangkat.
Pura Mana Saja yang Biasanya Menerapkan Aturan Ini?
Pura umum, terutama pura bersejarah atau pura yang aktif digunakan untuk sembahyang, cenderung menerapkan aturan berpakaian yang lebih ketat dibanding tempat wisata biasa. Beberapa contoh yang sering dikunjungi wisatawan:
- Pura Besakih di Karangasem
- Pura Tanah Lot di Tabanan
- Pura Uluwatu di Badung
- Pura Taman Ayun di Badung
Beberapa pura menyediakan sarung dan selendang sewaan di pintu masuk. Pastikan Anda bertanya terlebih dahulu tentang biaya dan ketersediaannya.
Cara Memakai Sarung dan Selendang dengan Benar
- Lilitkan sarung dari pinggang hingga di atas mata kaki, dengan sisi kiri dan kanan saling menyilang sesuai kebiasaan lokal.
- Ikat selendang atau sabuk di pinggang untuk menahan sarung agar tidak melorot.
- Pakai kebaya atau atasan yang menutupi bahu dan lengan dengan sopan.
- Hindari pakaian ketat, pendek, atau bertelanjang dada (untuk pria, kemeja atau kaus biasanya lebih dihargai bersama sarung).
- Lepas alas kaki sebelum masuk area utama pura, dan jaga sikap tenang.
Checklist Sebelum Berkunjung
- Bawa sarung dan selendang sendiri, atau pastikan pura menyewakannya
- Pilih pakaian atasan yang menutup bahu
- Cek jam buka dan apakah ada upacara yang sedang berlangsung
- Jangan menyentuh sesajen atau persembahan
- Hormati area yang dilarang untuk pengunjung
| Perlengkapan | Keterangan |
|---|---|
| Sarung | Wajib di banyak pura |
| Selendang/sabuk | Untuk mengikat sarung |
| Kebaya/atasan tertutup | Sopan untuk pengunjung perempuan |
| Tas kecil | Memudahkan membawa perlengkapan |
Tips Mengatur Perjalanan ke Pura
Banyak pura berada di luar pusat kota dan memakan waktu perjalanan cukup lama. Rencanakan rute dan waktu kunjungan agar tidak terburu-buru dan sempat berganti pakaian bila perlu. Jika Anda berkeliling dengan kendaraan sewaan, datang pagi hari biasanya lebih nyaman dari sisi suhu dan kepadatan pengunjung.
Bagaimana SiapPergi Membantu Perjalanan Anda
SiapPergi menyewakan skuter dan mobil di Bali dengan harga katalog tetap: skuter mulai Rp70.000 per hari dan mobil mulai Rp310.000 per hari. Kendaraan diantar ke hotel, villa, atau Bandara Ngurah Rai tanpa biaya antar, setiap skuter sudah termasuk 2 helm, dan pembayaran dilakukan dalam Rupiah saat kendaraan tiba. Tidak ada deposit dan paspor Anda tidak ditahan. Pemesanan bisa melalui WhatsApp di +6281808001102 (07.00–23.00 WITA). Untuk informasi sewa lebih lanjut, lihat sewa skuter Bali atau sewa mobil Bali. Jika Anda ingin rute ke Ubud atau Canggu, cek juga sewa skuter Ubud dan sewa skuter Canggu.
Untuk pengunjung mancanegara: bawa SIM negara asal beserta Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) jika berkendara.
Siap sewa motor atau mobil?
Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.
Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.