Larangan Menginjak Sesajen di Bali: Panduan untuk Wisatawan

Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 3 menit baca · Read in English

Larangan Menginjak Sesajen di Bali: Panduan Wisatawan | SiapPergi

Larangan menginjak sesajen di Bali adalah salah satu aturan adat yang paling sering dijumpai wisatawan, dan memahaminya sejak awal membuat perjalanan jauh lebih nyaman. Panduan ini menjelaskan apa itu sesajen, di mana biasanya ditemukan, dan bagaimana bersikap saat berkendara atau berjalan di jalanan Bali.

Apa Itu Sesajen dan Mengapa Tidak Boleh Diinjak

Sesajen, atau dalam bahasa Bali disebut banten atau canang sari, adalah persembahan kecil yang diletakkan setiap hari oleh umat Hindu Bali sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan para dewa. Isinya biasanya berupa janur, bunga warna-warni, nasi, buah, dan dupa yang diletakkan di tanah, pintu rumah, tangga, warung, mobil, bahkan di atas motor.

Bagi umat Hindu Bali, sesajen dianggap sakral. Menginjaknya, sengaja maupun tidak, dipandang kurang menghormati, dan karena itu aturan ini dijaga dengan cukup ketat oleh masyarakat setempat.

Larangan ini bersumber dari adat dan kepercayaan, bukan dari peraturan tertulis yang berlaku untuk turis. Namun, sikap menghormati adat dihargai oleh warga setempat dan menjadi bagian dari etika berwisata yang baik.

Di Mana Sesajen Biasanya Ditemukan

Sesajen hampir bisa ditemui di mana saja di Bali. Beberapa lokasi yang paling sering:

  • Trotoar dan tepi jalan, terutama di depan rumah atau pura
  • Anak tangga, gerbang, dan lantai teras rumah tradisional
  • Dashboard mobil, kap motor, dan spion kendaraan
  • Lantai hotel, vila, dan warung, khususnya di pagi hari
  • Persimpangan jalan dan di bawah pohon besar

Karena sesajen sering diletakkan di tanah, berkendara dengan motor di jalan kampung perlu lebih waspada dibanding di jalan utama.

Cara Bersikap Saat Menemukan Sesajen

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda terapkan:

  1. Perhatikan sebelum melangkah. Biasakan melihat ke bawah, terutama di pagi dan sore hari saat sesajen baru diletakkan.
  2. Jika ada sesajen di depan kaki, lewati dengan melangkah memutar atau ambil langkah lebar tanpa menyentuh.
  3. Jangan memindahkan, menendang, atau mengambil isi sesajen, termasuk bunga atau dupanya sebagai kenang-kenangan.
  4. Saat memotret, jangan menempatkan kaki atau barang di atas sesajen demi mendapat sudut foto tertentu.
  5. Jika tidak sengaja menginjak, cukup minta maaf dengan sikap sopan. Warga biasanya memaklumi wisatawan yang belum terbiasa.

Tips Berkendara Tanpa Mengganggu Sesajen

Banyak wisatawan menyewa motor untuk menjelajah Bali, dan di sinilah kewaspadaan paling sering dibutuhkan. Beberapa kebiasaan yang membantu:

  • Hindari memarkir motor tepat di depan pura atau rumah yang sedang sembahyang, karena bisa menghalangi dan membuat sesajen tertekan.
  • Jangan meletakkan helm, tas, atau barang di atas sesajen yang ada di jok atau kap.
  • Perhatikan sesajen yang sering diletakkan di tanah di pinggir jalan saat Anda hendak memarkir.
  • Saat berkendara di jalan kecil, pelan-pelan agar tidak merusak persembahan di tepi jalan.

Bila Anda belum yakin di mana boleh memarkir, cari area parkir resmi atau ikuti kebiasaan warga sekitar.

Perbandingan Sikap yang Dianjurkan dan Yang Sebaiknya Dihindari

SituasiYang sebaiknya dilakukanYang sebaiknya dihindari
Sesajen di trotoarMelangkah memutarMenginjak atau menendang
Sesajen di jok motorMemindahkan dengan hati-hati ke tempat amanMenduduki atau menaruh barang di atasnya
Foto di puraMengikuti aturan berpakaian dan areaBerdiri di atas persembahan
Sesajen di lantai vilaMenghindari area ituMembersihkan tanpa izin

Hal Penting untuk Berkendara di Bali

Selain sopan santun adat, pastikan Anda juga memenuhi aturan lalu lintas dan persyaratan berkendara. Ketentuan izin mengemudi, kewajiban helm, dan aturan lainnya ditetapkan oleh kepolisian dan pemerintah, dan dapat berubah. Untuk wisatawan asing, biasanya diperlukan SIM negara asal beserta Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) dengan kategori sepeda motor. Selalu cek sumber resmi sebelum berangkat.

Jika Anda menginap di kawasan seperti Ubud atau Canggu, kebiasaan menghormati sesajen akan sering Anda praktikkan setiap hari karena persembahan ada di hampir setiap sudut jalan.

Bagaimana SiapPergi Membantu Perjalanan Anda

SiapPergi menyewakan motor dan mobil di seluruh Bali dengan harga katalog yang tetap. Scooter mulai dari Rp70.000 per hari, mobil mulai dari Rp310.000 per hari. Setiap motor sudah termasuk 2 helm, dan pengantaran serta penjemputan ke hotel, vila, atau Bandara Ngurah Rai sudah termasuk dalam harga.

Tidak ada deposit, paspor atau KTP Anda tidak ditahan, dan pembayaran dilakukan dalam Rupiah saat kendaraan tiba. Anda bisa melihat pilihan di sewa motor Bali, sewa mobil Bali, atau cara pemesanan. Untuk pemesanan cepat, hubungi WhatsApp +6281808001102 setiap hari pukul 07.00–23.00 WITA dalam bahasa Inggris atau Indonesia.

Catatan: aturan adat dan lalu lintas dapat berbeda antar desa dan kabupaten. Ikuti arahan warga dan petugas setempat.

Siap sewa motor atau mobil?

Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.

Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.

Chat siappergi.com