Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Turis di Bali
Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 3 menit baca · Read in English
Hal yang tidak boleh dilakukan turis di Bali sebenarnya sederhana: hormati adat, patuhi lalu lintas, dan jangan melanggar aturan setempat. Pelanggaran kecil pun bisa berujung denda atau masalah serius, jadi pahami dulu batasannya sebelum berangkat.
Bali menerima jutaan wisatawan setiap tahun, dan sebagian besar kunjungan berjalan lancar. Namun ada kebiasaan dan larangan yang sering dilanggar tanpa disadari. Berikut panduan praktisnya, ditulis dari sudut pandang tim lokal SiapPergi yang mengantar kendaraan ke hotel dan villa di seluruh Bali setiap hari.
Larangan Terkait Budaya dan Tempat Suci
Masyarakat Bali hidup dengan adat dan agama Hindu yang sangat kuat. Beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
- Jangan masuk pura dengan pakaian terbuka. Kenakan kain (*sarong*) dan selendang (*sash*) saat memasuki area pura. Banyak pura menyediakan pinjaman di pintu masuk, tetapi membawa sendiri lebih praktis.
- Jangan memanjat patung atau bangunan suci untuk berfoto. Ini dianggap tidak menghormati.
- Jangan menyentuh kepala orang, termasuk anak-anak, karena kepala dianggap bagian paling suci.
- Gunakan tangan kanan saat memberi atau menerima sesuatu.
- Jangan menginjak sesajen (*canang sari*) yang diletakkan di trotoar, tangga, atau lantai. Berjalanlah dengan hati-hati.
- Hindari berisik dan mabuk-mabukan di area pura atau saat ada upacara.
Pada hari raya seperti Nyepi, seluruh Bali berhenti beraktivitas, termasuk bandara dan jalan raya. Ikuti aturan setempat dan pastikan kebutuhanmu sudah tersedia sebelum hari itu. Jadwal dan aturannya ditetapkan oleh pemerintah daerah dan adat, dan dapat berubah tiap tahun.
Larangan Berkendara dan Lalu Lintas
Lalu lintas Bali padat, terutama di Kuta, Seminyak, dan Canggu. Kesalahan berkendara adalah penyebab paling umum masalah wisatawan.
- Jangan mengendarai motor tanpa SIM yang sesuai. Turis yang menyetir harus membawa SIM dari negara asal beserta Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) dengan kategori motor atau mobil. Pemeriksaan dilakukan kepolisian, dan aturannya ditetapkan oleh pemerintah Indonesia; cek sumber resmi sebelum berangkat.
- Jangan berkendara tanpa helm. Helm wajib dipakai pengemudi dan penumpang.
- Jangan memarkir sembarangan atau di badan jalan. Gunakan area parkir resmi.
- Jangan menggunakan ponsel saat berkendara.
- Jangan membawa penumpang lebih dari yang diizinkan atau berboncengan dengan anak tanpa perlengkapan.
- Jangan berkendara setelah minum alkohol.
Jika menyewa motor, pastikan kamu memahami kondisi kendaraan sebelum berangkat. Di SiapPergi, setiap motor dilengkapi 2 helm gratis, dan kamu bisa menambah jas hujan sebagai add-on. Surat kendaraan (STNK) dan plat resmi tersedia pada setiap unit.
Larangan Terkait Alam dan Lingkungan
- Jangan membuang sampah sembarangan, terutama plastik, di pantai, sawah, atau sungai.
- Jangan mengambil karang, pasir, atau batu sebagai suvenir.
- Jangan menyentuh atau memberi makan satwa liar, termasuk monyet di Ubud dan Uluwatu, karena bisa menggigit dan menularkan penyakit.
- Ikuti aturan di area konservasi dan jangan memasuki zona terlarang tanpa izin.
Larangan Terkait Hukum dan Narkoba
Indonesia menerapkan hukum yang sangat ketat terhadap narkotika. Membawa, menggunakan, atau mengedarkan narkoba dapat berakibat hukuman berat, termasuk penjara. Jangan pernah membawa barang milik orang lain atau menerima titipan. Pengecekan bagasi dan kendaraan juga dapat dilakukan. Untuk ketentuan terbaru, rujuk sumber resmi pemerintah.
Checklist Singkat Sebelum Berangkat
| Yang perlu disiapkan | Mengapa penting |
|---|---|
| Sarong dan selendang | Syarat masuk pura |
| SIM asli + IDP | Syarat berkendara bagi turis asing |
| Paspor atau KTP | Ditunjukkan saat serah terima kendaraan |
| Jas hujan | Musim hujan bisa datang tiba-tiba |
| Nomor WhatsApp penyewa | Komunikasi cepat jika ada kendala |
Cara SiapPergi Membantu Liburanmu
SiapPergi menyewakan motor dan mobil di seluruh Bali dengan harga katalog tetap: motor mulai Rp70.000 per hari dan mobil mulai Rp310.000 per hari. Kendaraan diantar ke hotel, villa, rumah, atau Bandara Ngurah Rai tanpa biaya antar. Tidak ada deposit, paspormu tidak ditahan, dan pembayaran dilakukan dalam Rupiah saat kendaraan tiba. Booking lewat WhatsApp +6281808001102 setiap hari pukul 07.00–23.00 WITA.
Untuk melihat pilihan kendaraan, buka sewa motor di Bali atau sewa mobil di Bali. Jika ingin tahu cara pemesanan, baca panduan booking. Untuk area tertentu, lihat sewa motor di Ubud atau sewa motor di Canggu.
Bila rencanamu lebih dari sekadar Bali, kami juga menyediakan mobil dengan sopir di Yogyakarta untuk perjalanan ke Borobudur atau Dieng.
Siap sewa motor atau mobil?
Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.
Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.