Hal Menarik di Ubud Selain Pura
Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 4 menit baca · Read in English
Hal menarik di Ubud selain pura ternyata sangat banyak, mulai dari sawah terasering yang masih digarap, air terjun tersembunyi, bengkel desa, hingga hari-hari santai yang bisa Anda atur dengan skuter atau mobil dari SiapPergi.
Kebanyakan pengunjung pertama ke Ubud merencanakan kunjungan di sekitar Pura Tirta Empul dan Hutan Monyet, lalu kehabisan ide di hari berikutnya. Padahal kota dan desa-desa di sekitarnya menyimpan jauh lebih banyak: sawah yang masih dikerjakan petani, sungai di tengah hutan, studio seni, dapur memasak, dan kafe di lereng bukit. Berikut panduan praktis untuk mengisi hari Anda tanpa harus membeli tiket candi, ditulis oleh tim lokal SiapPergi yang setiap hari mengantarkan kendaraan ke Ubud dan sekitarnya.
Jalan-Jalan di Sawah Terasering Sejak Pagi
Lembah di sekitar Ubud paling indah dalam dua jam pertama setelah matahari terbit, saat cahayanya lembut dan para petani sudah berada di sawah. Beberapa jalur dimulai dari tepi kota dan melingkar melewati terasering selama satu hingga dua jam. Jalur-jalur ini tidak selalu diberi penanda jelas, sehingga bertanya kepada warga setempat sering lebih membantu daripada hanya mengandalkan ponsel.
- Berangkatlah sebelum pukul 08.00 untuk menghindari panas dan keramaian.
- Kenakan sepatu yang tidak masalah terkena lumpur, karena jalur di antara petak sawah sempit dan kadang basah.
- Bawa uang kecil dalam rupiah untuk minuman dingin atau camilan di warung keluarga.
- Tanyakan kepada tuan rumah atau warga setempat jalur mana yang terbuka minggu itu, sebab akses bisa berubah setelah hujan.
Temukan Air Terjun dan Sungai Hutan
Kawasan ini memiliki beberapa air terjun yang bisa dicapai dengan jalan kaki singkat menuruni tangga batu. Permukaannya sering licin, jadi berjalanlah perlahan dan kenakan alas kaki dengan cengkeraman yang baik. Hindari berenang di sungai setelah hujan deras, karena arus bisa naik cepat tanpa peringatan.
| Aktivitas | Cocok untuk | Waktu yang dibutuhkan |
|---|---|---|
| Jalan ke air terjun | Foto, menyegarkan diri | Setengah hari |
| Makan siang di tepi sungai | Siang yang santai | 1–2 jam |
| Jalur hutan | Pelancong yang aktif | 2–3 jam |
Biaya masuk dan jam buka tiap lokasi bisa berubah. Periksa aturan terkini di situs resmi pengelola atau tanyakan langsung di pintu masuk.
Ikut Kelas Memasak atau Kunjungan ke Pasar
Masakan Bali dibangun di atas bumbu dasar (bumbu) yang secara tradisional diulek dengan tangan, dan kelas memasak setengah hari termasuk kegiatan paling berguna di Ubud. Banyak kelas dimulai dengan kunjungan pagi ke pasar, sehingga Anda bisa melihat sayuran, rempah, dan cabai sebelum mulai memasak. Ini juga cara terbaik untuk memahami apa yang sebenarnya Anda makan.
- Pilih kelas yang mencakup kunjungan pasar, bukan hanya dapur.
- Tanyakan sejak awal apakah tersedia pilihan vegetarian.
- Pesan sesi pagi, lalu sisakan sore untuk kegiatan yang lebih ringan.
Kunjungi Desa Kerajinan dan Studio Seni
Ubud memiliki tradisi panjang dalam seni lukis, ukir kayu, perak, dan tenun. Beberapa desa di sekitarnya mengkhususkan diri pada satu jenis kerajinan, dan banyak studio membiarkan Anda menyaksikan proses pembuatannya. Pilihlah dua atau tiga tempat, bukan terburu-buru mengejar daftar panjang. Di pasar, tawar-menawar itu wajar, tetapi di galeri yang sudah dikenal harga biasanya tetap.
Bersantai di Kafe dan Studio Yoga
Beberapa jam paling berkesan di Ubud sering dihabiskan dengan pemandangan indah. Kafe di lereng lembah, studio yoga dengan shala terbuka, dan toko buku yang tenang mudah dipadukan menjadi sore yang santai. Rencanakan satu hari yang pelan dalam setiap perjalanan agar Anda tidak terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Berkeliling Ubud Tanpa Repot
Lalu lintas di Ubud padat saat siang, dan jalan menuju lembah cenderung sempit. Skuter memberi Anda keleluasaan untuk berhenti di air terjun atau berbelok ke desa kecil, sementara mobil lebih cocok untuk rombongan atau hari hujan. Pilihan terbaik bergantung pada cara Anda ingin menjelajah.
- Skuter: mulai Rp70.000 per hari (24 jam) di SiapPergi, dengan 2 helm termasuk.
- Mobil: mobil nyetir sendiri mulai Rp310.000 per hari.
- Sewa minimum 2 hari. Untuk skuter diperlukan SIM sepeda motor; pengunjung asing perlu SIM dari negara asal plus Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) dengan kategori sepeda motor. Persyaratan ditetapkan oleh kepolisian dan instansi berwenang serta dapat berubah sewaktu-waktu, jadi konfirmasikan sebelum bepergian.
Bagaimana SiapPergi Membantu di Ubud
SiapPergi mengantarkan skuter dan mobil ke hotel, vila, atau Bandara Ngurah Rai di seluruh Bali daratan, termasuk Ubud, dengan harga katalog yang sama. Pengantaran sudah termasuk dalam harga, tidak ada deposit, dan paspor atau KTP Anda tidak ditahan; Anda hanya menunjukkannya bersama SIM saat serah terima. Pembayaran dilakukan dalam Rupiah saat kendaraan tiba, sehingga tidak ada pembayaran online yang perlu diatur. Pesan lewat WhatsApp di +6281808001102 (07.00–23.00 WITA), dalam bahasa Inggris atau Indonesia, atau lihat halaman sewa skuter dan sewa mobil untuk model-model yang tersedia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang area ini, halaman sewa skuter Ubud memuat opsi pengantaran, dan panduan cara pesan menjelaskan langkahnya. Jika Anda lebih memilih sopir untuk perjalanan sehari, lihat sewa mobil dengan sopir untuk rute di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Siap sewa motor atau mobil?
Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.
Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.