Cara Turis Menghindari Kecelakaan Lalu Lintas di Bali
Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 4 menit baca · Read in English
Turis yang ingin menghindari kecelakaan lalu lintas di Bali pada dasarnya perlu menguasai hal-hal mendasar: SIM yang tepat, helm yang layak, kendaraan yang sudah diperiksa, dan gaya berkendara yang hati-hati. Panduan ini membahas kebiasaan yang paling berpengaruh di jalan-jalan Bali yang padat.
Mengapa jalan di Bali butuh kehati-hatian ekstra
Jalan di Bali dipakai bersama sepeda motor, mobil, bus, sepeda, pejalan kaki, dan iring-iringan upacara, sering kali di gang sempit dengan penerangan minim pada malam hari. Lalu lintas di Kuta, Seminyak, Canggu, dan sekitar Denpasar memang sering merayap, tetapi kemacetan pelan pun tetap bisa menyebabkan tabrakan jika pengunjung belum terbiasa dengan kebiasaan setempat, seperti pengereman mendadak, kendaraan yang keluar dari lajur samping, dan pengendara yang menyalip dari sisi kiri.
Pastikan surat dan SIM sudah benar
Untuk sepeda motor, Anda memerlukan SIM kendaraan bermotor roda dua. Wisatawan asing umumnya perlu membawa SIM dari negara asal bersama Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) yang mencantumkan kategori sepeda motor. Untuk mobil, Anda memerlukan SIM mobil yang masih berlaku, ditambah IDP bagi pengunjung asing. Ketentuan dan penegakannya ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah (misalnya kepolisian dan imigrasi), dan dapat berubah, jadi periksa sumber resmi sebelum bepergian. Berkendara tanpa SIM yang sesuai juga bisa membuat asuransi perjalanan Anda tidak berlaku setelah kecelakaan.
Kenakan perlengkapan keselamatan setiap kali
- Kenakan helm yang terpasang dengan benar pada setiap perjalanan, sekalipun hanya perjalanan singkat.
- Gunakan sepatu tertutup dan celana panjang; luka gesek di aspal adalah cedera yang paling sering terjadi.
- Bawa jas hujan, karena hujan membuat jalan Bali licin dan jarak pandang berkurang.
- Gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari debu dan silau.
SiapPergi menyertakan dua helm dengan setiap sewa skuter, dan jas hujan serta aksesori lain tersedia sebagai tambahan, sehingga Anda bisa berangkat dengan perlengkapan lengkap.
Periksa kendaraan sebelum berkendara
Pemeriksaan singkat saat serah terima mencegah banyak masalah. Minta tim memastikan ban, rem, lampu, dan oli. Uji rem saat diam dan saat berjalan pelan. Pastikan klakson dan lampu sein berfungsi. Jika ada yang terasa tidak beres, mintalah kendaraan lain sebelum Anda berangkat.
Tips: Foto skuter atau mobil dari semua sisi saat Anda mengambilnya, agar goresan atau kerusakan yang sudah ada tercatat.
Kebiasaan berkendara yang mengurangi risiko
- Jaga kecepatan tetap rendah di jalan desa, tikungan, dan di pusat kota.
- Beri jarak antara Anda dan kendaraan di depan, terutama saat mendekati persimpangan.
- Antisipasi belokan mendadak dari jalan samping dan kendaraan yang parkir.
- Hindari berkendara malam hari di jalan tanpa penerangan di luar kawasan wisata utama.
- Jangan berkendara setelah minum alkohol, yang merupakan salah satu penyebab paling umum kecelakaan serius.
- Tetap sadar dan cukup istirahat; perjalanan jauh di bawah panas terik melelahkan dan memperlambat reaksi.
Perbandingan cepat: pilihan berisiko vs lebih aman
| Situasi | Risiko lebih tinggi | Pilihan lebih aman |
|---|---|---|
| Perjalanan malam | Berkendara di jalan tanpa lampu setelah gelap | Berkendara di area yang terang atau kembali sebelum senja |
| Penumpang | Membawa penumpang tambahan di satu skuter | Satu pengendara per kendaraan dengan helm yang layak |
| Cuaca | Berkendara saat hujan deras tanpa perlengkapan | Kenakan jas hujan dan kurangi kecepatan |
| Kendaraan | Menerima skuter dengan rem aus | Minta kendaraan lain |
Situasi lalu lintas yang perlu diwaspadai
Bundaran, persimpangan dengan arus skuter yang padat, dan pendekatan menuju pantai adalah tempat banyak insiden terjadi. Waspadai kendaraan yang bergabung tanpa peringatan, pengendara yang menghindari rintangan dengan mendadak, dan pejalan kaki yang melangkah ke jalan. Berilah jalan dengan murah hati dan, jika memungkinkan, lakukan kontak mata dengan pengemudi lain.
Rencanakan rute sebelumnya
Pilih jalan utama yang sudah Anda kenal, dan hindari mencoba mencapai desa yang jauh pada hari pertama. Jika Anda merencanakan perjalanan panjang, misalnya ke Ubud, Kintamani, atau Lovina, sisihkan waktu ekstra dan jeda istirahat. Mengetahui rute Anda mengurangi stres yang sering memicu kesalahan. Untuk ide tempat sewa dekat rencana Anda, lihat sewa skuter di Ubud atau sewa skuter di Lovina.
Bagaimana SiapPergi membantu
SiapPergi mengantarkan skuter dan mobil ke hotel, vila, atau Bandara Ngurah Rai di seluruh Bali daratan, sehingga Anda tidak perlu berkendara di jalan asing hanya untuk mengambil kendaraan. Harganya adalah harga katalog tetap mulai dari Rp70.000 per hari untuk skuter dan Rp310.000 per hari untuk mobil, tanpa deposit, paspor Anda tidak ditahan, dan Anda membayar dalam Rupiah hanya saat kendaraan tiba. Jika Anda lebih memilih tidak menyetir sama sekali, Anda dapat membandingkan sewa mobil dengan sopir di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Daftar periksa sebelum berkendara
- SIM dan Surat Izin Mengemudi Internasional sudah di tangan
- Helm terpasang, sepatu tertutup dikenakan
- Rem, lampu, ban, dan klakson sudah diperiksa
- Rute sudah direncanakan, bahan bakar dan waktu istirahat sudah diperhitungkan
- Ponsel sudah terisi daya dan nomor darurat sudah disimpan
- Asuransi perjalanan sudah dicek untuk berkendara skuter
Untuk pemesanan, Anda dapat menghubungi tim melalui WhatsApp di 0818-0800-1102 (07.00–23.00 WITA) atau lihat cara pemesanan di situs.
Siap sewa motor atau mobil?
Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.
Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.