Cara Bersikap di Upacara Desa Bali
Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 3 menit baca · Read in English
Mengetahui cara bersikap di upacara desa Bali membuat kunjungan Anda disambut dengan baik, bukan canggung. Sebagian besar upacara terbuka bagi pengunjung yang menghormati adat, tetapi beberapa kebiasaan sederhana tentang pakaian, waktu dan perilaku sangat penting.
Kehidupan desa di Bali berpusat pada upacara di pura (odalan), pembakaran jenazah (ngaben), pernikahan dan sesajen harian. Banyak desa masih menggelar acara-acara ini mengikuti kalender Bali, dan pengunjung sering diterima jika bersikap dengan hati-hati. Aturan di bawah ini berasal dari praktik umum masyarakat setempat; setiap desa (banjar) dapat memiliki adatnya sendiri, jadi jika ragu, tanyakan kepada warga setempat atau petugas banjar.
Sebelum berangkat: pakaian dan waktu
Berpakaian sopan adalah tanda tata krama yang paling terlihat. Rencanakan pakaian Anda sebelum meninggalkan hotel.
- Kain sarung dan selendang: Kenakan kain sarung yang menutupi lutut atau lebih panjang, ditambah selendang yang diikat di pinggang. Banyak pura meminjamkannya di pintu masuk, tetapi membawa sendiri menghindari antrean.
- Bahu tertutup: Hindari kaus tanpa lengan, celana pendek dan punggung terbuka.
- Waktu: Upacara sering berlangsung pagi dan sore menjelang malam. Datang saat sore hari, ketika keramaian mulai berkurang, biasanya lebih mudah daripada memaksakan diri masuk ke tengah prosesi.
- Transportasi: Jalan desa bisa sempit dan area parkir terbatas. Datanglah dengan skuter jika memungkinkan, dan parkirlah cukup jauh dari pintu masuk agar tidak menghalangi prosesi atau kendaraan keluarga.
Catatan: Adat, aturan pura, dan apakah suatu upacara terbuka untuk umum dapat berbeda antar-desa dan antar-tahun. Periksa dengan banjar atau pemangku pura setempat sebelum menghadiri acara.
Langkah demi langkah: saat upacara
- Tunggu di pintu masuk sampai seseorang menunjukkan ke mana Anda harus pergi. Banyak pura meminta pengunjung mendaftar atau meninggalkan sumbangan kecil (sumbangan).
- Jaga suara tetap pelan. Upacara bersifat sakral, dan percakapan keras atau tawa mengganggu doa.
- Berjalanlah searah jarum jam mengelilingi pelinggih kecuali warga melakukan sebaliknya, dan jangan pernah menginjak sesajen (canang sari).
- Tetap berada di luar halaman dalam (jeroan) kecuali Anda diundang. Beberapa area khusus untuk pemedek yang mengenakan pakaian adat.
- Duduk atau berdiri di samping. Jangan berdiri di depan pendeta atau penari, dan jaga kaki serta ujung jari tidak mengarah ke sesajen.
- Ikuti kebiasaan warga dalam hal makanan dan minuman. Terima makanan hanya jika ditawarkan dengan ramah, dan ambil dengan tangan kanan.
Foto: yang boleh dan yang tidak
Memotret saat upacara lazim dilakukan, tetapi etika tetap berlaku:
- Tanyakan dulu sebelum memotret orang, terutama pendeta atau perempuan yang sedang berdoa dari dekat.
- Jangan menggunakan flash saat berdoa atau di dekat pelinggih.
- Jangan memanjat tembok, pelinggih, atau struktur sesajen demi sudut pandang yang lebih baik.
- Simpan kamera saat momen paling sakral berlangsung jika warga setempat tidak memotret.
Daftar periksa singkat
| Lakukan | Hindari |
|---|---|
| Kenakan kain sarung dan selendang | Celana pendek, kaus tanpa lengan, bahu terbuka |
| Jaga suara tetap pelan | Berbicara keras atau tertawa dekat pelinggih |
| Berjalan searah jarum jam mengelilingi pelinggih | Menginjak sesajen |
| Tanya sebelum memotret dari dekat | Flash saat berdoa |
| Gunakan tangan kanan untuk makanan | Menyentuh pendeta atau benda sakral |
| Pulang saat keramaian berkurang | Menghalangi jalur prosesi |
Berkeliling Bali untuk kunjungan desa
Banyak upacara desa berada jauh dari jalan utama, sehingga mencapainya sendiri sering menjadi pilihan termudah. Tim lokal SiapPergi menyewakan skuter dan mobil di seluruh Bali, diantar ke hotel, vila, atau Bandara Ngurah Rai tanpa biaya pengantaran tambahan. Anda membayar dalam Rupiah saat kendaraan tiba, tanpa deposit dan tanpa menahan paspor. Lihat sewa skuter dan sewa mobil untuk model yang tersedia, atau jelajahi sewa skuter terdekat untuk menemukan opsi terdekat.
Jika Anda menginap di Ubud, yang dekat dengan banyak desa tradisional, lihat sewa skuter di Ubud atau sewa mobil di Ubud. Harga skuter mulai Rp70.000 per hari dan harga mobil mulai Rp310.000 per hari, keduanya termasuk pengantaran di seluruh Bali daratan. Untuk detail pemesanan, lihat cara pesan.
Menghormati setelah upacara
Pulanglah dengan tenang, ucapkan terima kasih kepada tuan rumah jika Anda disambut, dan jangan berkeliaran di area keluarga. Jika sebuah keluarga mengundang Anda makan, terimalah dengan sopan. Ucapan terima kasih singkat sangat berarti. Hindari mengunggah foto yang memperlihatkan identitas orang yang tidak setuju difoto.
Dengan berpakaian sopan, menjaga jarak, bertanya sebelum memotret, dan merencanakan transportasi, Anda ikut menjaga agar upacara ini tetap menjadi bagian hidup dari kehidupan desa.
Siap sewa motor atau mobil?
Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.
Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.