Boleh Foto di Pura Bali atau Tidak? Panduan Sopan untuk Wisatawan
Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 2 menit baca · Read in English
Boleh foto di pura Bali atau tidak? Pada umumnya boleh, selama Anda berpakaian sopan dan menghormati kesakralan tempat ibadah umat Hindu. Aturan pastinya bisa berbeda di tiap pura, jadi selalu ikuti petunjuk yang terpasang di area masuk.
Jawaban singkatnya: boleh, dengan syarat
Secara umum, wisatawan diperbolehkan memotret di area terbuka pura, seperti halaman depan, gerbang (candi bentar atau kori agung), dan pemandangan arsitektur. Yang dibatasi adalah area paling suci (jeroan atau utama mandala) dan saat ada upacara. Di situlah sikap sopan menentukan segalanya.
Catatan: Aturan resmi terkait tempat suci dan perilaku pengunjung ditetapkan oleh desa adat (banjar) dan pengelola pura masing-masing. Aturan ini dapat berubah, jadi cek papan informasi di lokasi.
Pakaian yang harus dipakai
Ketentuan berpakaian adalah hal paling sering diabaikan. Sebelum memotret, pastikan Anda sudah memakai:
- Kamben (kain/sarung) yang menutupi kaki hingga mata kaki atau lebih panjang.
- Selendang (sabuk pinggang/saput) yang diikat di pinggang.
- Atasan yang sopan, tidak terlalu terbuka.
Banyak pura menyediakan sarung dan selendang sewaan di pintu masuk dengan biaya kecil. Jika tidak yakin, bawa sendiri agar lebih nyaman.
Cara memotret dengan sopan
- Tanya atau baca papan informasi sebelum mengambil gambar di dalam area pura.
- Jangan memanjat atau duduk di pelinggih (bangunan suci) atau di atas sesajen. Ini adalah pelanggaran paling serius.
- Jangan menyentuh patung, arca, atau persembahan.
- Hindari memotret upacara kecuali diizinkan, dan jangan menghalangi jalannya persembahyangan.
- Matikan flash di area yang sedang dipakai sembahyang, dan jangan menghadap langsung ke pemuka agama tanpa izin.
- Gunakan tangan kanan saat memberi atau menerima, dan jangan menunjuk patung dengan kaki.
Daftar cek sebelum masuk pura
- [ ] Sudah memakai kamben dan selendang
- [ ] Tahu jam buka dan aturan khusus pura
- [ ] Tidak membawa drone tanpa izin
- [ ] Kamera dan ponsel sudah diatur tanpa flash
- [ ] Siap mematuhi arahan petugas atau penjaga pura
Hal yang sering keliru
| Situasi | Boleh? | Keterangan |
|---|---|---|
| Foto gerbang dari luar | Ya | Umumnya diizinkan |
| Foto di halaman utama | Umumnya ya | Ikuti papan informasi |
| Foto saat upacara | Tergantung | Minta izin atau hindari |
| Duduk di pelinggih | Tidak | Sangat tidak sopan |
| Selfie dengan sesajen | Tidak | Hindari sepenuhnya |
Bagaimana SiapPergi membantu rencana Anda
Tim SiapPergi di Bali mengantar skuter dan mobil langsung ke hotel, villa, atau Bandara Ngurah Rai, termasuk ke area pura seperti Ubud dan Uluwatu. Harga katalog tetap dari Rp70.000 per hari untuk skuter dan Rp310.000 per hari untuk mobil, dengan 2 helm gratis untuk setiap skuter. Tidak ada deposit, paspor Anda tidak ditahan, dan pembayaran dilakukan dalam Rupiah saat kendaraan tiba. Anda bisa memesan lewat WhatsApp +6281808001102 (pukul 07.00–23.00 WITA).
Lihat juga
- Sewa skuter di Ubud untuk mengunjungi pura-pura di sekitar Ubud.
- Sewa mobil di Ubud jika Anda bepergian bersama keluarga.
- Sewa skuter di Uluwatu untuk pura tepi tebing.
- Cara booking dengan langkah yang mudah diikuti.
Kesimpulan
Boleh foto di pura Bali, asalkan Anda berpakaian sopan, menghormati area suci, dan mengikuti aturan yang berlaku di setiap pura. Cukup beberapa persiapan kecil untuk menjadikan kunjungan Anda nyaman bagi semua pihak.
Siap sewa motor atau mobil?
Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.
Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.