Berapa Lama Waktu untuk Jalur Air Terjun Ubud?
Oleh Tim siappergi.com · Terbit · 4 menit baca · Read in English
Berapa lama waktu untuk jalur air terjun Ubud? Kebanyakan orang menyiapkan waktu satu hari penuh, sekitar 6 sampai 9 jam termasuk berhenti di air terjun, makan siang, dan kemacetan, tetapi perjalanan fokus antara air terjun utama bisa diselesaikan sekitar 4 sampai 5 jam. Jawabannya bergantung pada berapa banyak tempat yang Anda kunjungi, kemacetan menuju Ubud, dan apakah Anda naik skuter atau menyetir mobil.
Apa saja yang dicakup jalur air terjun Ubud?
Tidak ada "jalur air terjun Ubud" yang resmi. Wisatawan biasanya maksudnya adalah rute yang menghubungkan beberapa air terjun di utara dan timur Ubud, seperti Tegenungan, Kanto Lampo, Sekumpul, Gitgit, atau rute menuju Munduk, atau air terjun kecil di sekitar Tegallalang dan Payangan. Panjang rute sangat bervariasi, jadi periksa setiap tujuan di peta sebelum berangkat. Karena tiap rute punya karakter berbeda, mulailah dengan memutuskan berapa tujuan yang benar-benar ingin Anda datangi, lalu hitung waktunya dari situ, bukan sebaliknya.
Perkiraan waktu yang realistis
| Rencana | Perkiraan total waktu |
|---|---|
| Satu air terjun terdekat, pulang-pergi dari Ubud | 2 sampai 3 jam |
| Dua atau tiga air terjun dengan makan siang | 5 sampai 7 jam |
| Rute utara (Sekumpul atau Gitgit, kembali lewat dataran tinggi) | 8 sampai 10 jam |
Ini adalah perkiraan untuk perencanaan, bukan jaminan. Tambahkan waktu untuk berjalan turun ke air terjun dan kembali naik, yang sering curam dan bisa memakan 30 sampai 60 menit setiap arah. Jika Anda membawa anak kecil atau orang yang kurang nyaman berjalan menurun, anggarkan lebih banyak waktu lagi di setiap titik.
Faktor yang mengubah waktu tempuh
- Lalu lintas menuju dan dari Ubud: Pusat Ubud dan jalan utama sangat padat sekitar tengah hari dan sore.
- Kondisi jalan: Jalan pegunungan di dataran tinggi bisa sempit, basah, dan berkelok, sehingga kecepatan rata-rata turun jauh di bawah perkiraan peta.
- Cuaca: Hujan membuat anak tangga licin dan jalan lebih lambat. Pagi hari biasanya paling sepi di air terjun.
- Keramaian: Air terjun populer mulai ramai sejak siang, jadi datang lebih awal menghemat waktu mengantre parkir dan berfoto.
- Skuter atau mobil: Skuter lebih mudah melewati jalan sempit dan kemacetan. Mobil memberi perlindungan dari hujan dan ruang untuk bagasi, tetapi bisa lambat di tikungan sempit.
Contoh rencana satu hari
- 07.30: Berangkat dari Ubud sebelum lalu lintas memuncak.
- 08.30: Air terjun pertama, tiba sebelum rombongan tur.
- 10.30: Tempat kedua, jalan kaki lebih pendek atau titik pandang.
- 12.30: Makan siang di desa atau dekat air terjun.
- 14.30: Tujuan ketiga opsional atau jalan memutar pemandangan di dataran tinggi.
- 16.30: Kembali ke Ubud, sebaiknya sebelum jam sibuk sore.
Rencana ini sengaja longgar. Jika Anda merasa terburu-buru di tujuan pertama, lebih baik melewatkan tujuan ketiga daripada memaksakan diri menuruni tangga licin menjelang sore.
Catatan: Aturan lalu lintas, tarif parkir, dan tiket masuk di tiap air terjun bisa berubah. Periksa rambu setempat dan aturan resmi kabupaten yang berlaku sebelum berangkat.
Daftar periksa sebelum berangkat
- Bawa uang tunai dalam Rupiah untuk parkir, tiket masuk, dan warung.
- Pakai sepatu tertutup yang bercengkeraman, karena banyak jalur becek.
- Bawa air minum, pelindung matahari, dan jas hujan tipis.
- Jaga ponsel tetap terisi dan unduh peta offline, karena sinyal bisa lemah di lembah.
- Hanya berkendara jika Anda memiliki SIM yang sesuai. Wisatawan asing perlu SIM negara asal ditambah Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) dengan kategori sepeda motor atau mobil. Ketentuan ditetapkan oleh otoritas Indonesia dan dapat berubah, jadi pastikan sebelum bepergian.
Memilih kendaraan untuk jalur ini
Untuk hari yang fleksibel dengan beberapa tujuan, skuter biasanya pilihan paling sederhana, karena mudah diparkir dan terhindar dari kemacetan terburuk. Untuk rombongan, bagasi, atau saat hujan, mobil lebih nyaman. SiapPergi menyewakan skuter dan mobil lepas kunci di seluruh Bali, dengan harga katalog yang sama di mana pun, dan masa sewa minimum 2 hari, yang cocok bagi Anda yang menggabungkan air terjun dengan tujuan lain. Jika Anda ragu, ukur kebutuhan Anda: berapa orang, berapa barang, dan apakah rute utara akan dilalui saat hujan.
Bagaimana SiapPergi membantu
SiapPergi mengantar skuter dan mobil ke hotel, vila, atau Bandara Internasional Ngurah Rai di seluruh daratan Bali, termasuk Ubud, dan pengantaran sudah termasuk dalam harga tanpa biaya tersembunyi. Anda membayar harga katalog ditambah hanya tambahan yang Anda pilih, dan pembayaran dilakukan dalam Rupiah saat kendaraan tiba, tanpa deposit dan tanpa menahan paspor. Setiap skuter dilengkapi 2 helm, dan jas hujan tersedia sebagai tambahan, berguna untuk hujan sore di dataran tinggi. Setiap kendaraan memiliki STNK asli dan pelat resmi, serta ban, rem, lampu, dan oli diperiksa sebelum setiap penyewaan.
Untuk detail skuter, lihat halaman sewa skuter Ubud, atau bandingkan pilihan di halaman sewa mobil. Jika Anda tiba lewat udara, halaman sewa skuter bandara Bali menjelaskan proses pengantaran. Untuk gambaran lengkap cara pemesanan, baca cara memesan.
Tips akhir
Mulai lebih pagi, pilih dua atau tiga air terjun alih-alih memaksakan banyak tempat, dan sisakan waktu untuk makan siang. Jaga jadwal tetap fleksibel dan nikmati jalan memutar. Rencana realistis 6 sampai 9 jam akan membuat jalur ini terasa santai, bukan terburu-buru.
Siap sewa motor atau mobil?
Harga katalog pasti, diantar ke hotel atau villa. Pesan lewat WhatsApp dan bayar saat kendaraan tiba.
Artikel ini mengikuti kebijakan redaksi SiapPergi: fakta diperiksa, harga pasar ditulis sebagai kisaran dan kesalahan diperbaiki.